Dear Chatelia

Di dalam dirimu mengalir sungai abadi
Yang bersumber pada mata air rindu dan ringkih rasa
Sungai yang senantiasa membuatku haus
Dan memanggilku untuk selalu kembali.
Ketika aku beranjak pergi, aku haus lagi.

Maka, keterpisahan kita adalah sebuah perjalanan kembali.
Untuk mendengar gemericik airmu yang menghantui kesunyianku.
Untuk merasakan kesejukanmu di dahaganya jiwaku.

E-One 14 Februari
(Yang tersisa dari Salatiga)

Share:

0 komentar