KEHENINGAN I

KEHENINGAN I

DAN tempat ini menjelma menjadi helai-helai kertas.
Di atasnya kutulis syafaat, doa, harap dan pengampunan.
Dari keheningannya, kubawa kegembiraan
Kubawa juga rasa kantuk yang tersisa dari kegagalan menjaga Tuhan di taman Zaitun.
Di tempat ini kau menjadi puisi yang membuatku tampak elok.
Tetapi engkau gagal menjadi doa.

Yang tersisa adalah kesunyian dan bibir yang gemetar.
"Kau belum pernah disentuh rupanya," gumanku.
Dan itu membuatku semakin elok.
E-One
Cikanyere, 1-3/4-2016

Share:

0 komentar