Waktu dan Jejak

Di hari esok itu, di sela waktu.
Di saat rahim hidup mempertahankanku.
Ingin kunazarkan lagi credo eksistensialku ‘untuk hidup 1000 tahun lagi’.
Ingin kupatrikan janji dalam gemuruh waktu,
Janji untuk Hidup!
Di hari esok itu, di satu sisi semesta.
Di saat waktu mengabadikan jejak,
ingin kupastikan 'satu diri' yang kukasihi itu juga diabadikan.
Karena nazarku kubangun dalam kilauan cahaya matanya.
Dan janjiku kupatrikan dalam gerak raga dan tutur katanya.
Di hari esok itu, di deru auman maut mengancam.
Aku ingin hidup,
Tetapi tidak tanpa dia.
Sebab apa artinya raga tanpa rasa?
Aku tanpa engkau?
Di hari esok yang semoga kucapai itu,
aku ingin merayu abad,
Tentang Harap;
Semoga saja 'Sang Kematian' menjadi kecewa,
ketika menemukanku renta dan tlah diabadikan WAKTU.
E-One

Share:

0 komentar