BAHAYA AGAMA dan PKI

ADA banyak kisah bijak diceritakan, bahwa “Orang-orang yang tahu membaca SIGN-tanda-, akan memenangi peperangan.” Jacob atau Israel sejak awal kelahirannya pandai membaca ‘Tanda’. Lihat saja, bagaimana Ia menaklukkan Esau kakaknya. Dalam perjalanan dari Mesopotamia ke Kanaan, ia cerdas menangkap “Tanda” dendam, Esau.
Ilustrasi

Kecerdasan ini memang membuat Jacob tampak seperti pecundang. Ia mempersembahkan anak-anak, kedua istri, gundik dan seluruh hartanya kepada Esau. Hasilnya? Esau yang datang dengan beberapa pengawalnya menangis meraung-raung. Ia luluh. Jacob membaca tanda, Jacob menang.

KISAH LAIN, sebelum BLITZKRIEG balatentara Jerman ke Polandia pada Juli 1939, Hitler dan beberapa perwira besarnya “Membaca Tanda”. Dua hal, pertama; Perang dunia I sangat statis dan kemenangan sangat susah. Kedua; Di seluruh samudera, Inggris tak terkalahkan.

Maka, Jerman memproduksi tank dalam skala masif. Hitler menginginkan perang yang mobile dan cepat. Jerman  juga sadar, mengimbangi armada Inggris membutuhkan waktu dan biaya banyak. Maka seturut anjuran Heinz Guderian, Hitler memberi titah untuk memproduksi U-Boat sebagai antithesis atas ribuan kapal Inggris (termasuk kapal selam dan kapal Induk) yang tersebar di seluruh Atlantik hingga Pasifik. U-Boat adalah kapal selam Jerman yang sangat menakutkan saat itu.

Serbuan Jerman yang seperti Blitz ke Polandia menyeret Inggris dan Perancis ke kancah perang paling mematikan sepanjang sejarah peradaban manusia. Dalam waktu singkat, Eropa dikuasai Jerman. Inggris sedikit “selamat” karena ia bukanlah Eropa (konteks benua) dan “disayangi Hitler”.

Penaklukan cepat itu terjadi karena TANK-TANK sebagai hasil membaca tanda. Tidak berhenti, di lautan, Inggris terkejut luar biasa. Atlantis tidak lagi aman. Karena di sana, beroperasi U-Boat Jerman yang jumlahnya hanya sekitar 400-an.

Saya masih ingat PK Ojong melukiskan murkanya Winston Chrchill, perdana menteri Inggris saat itu.
“Setiap keberangkatan armada, harus disertai dengan perlindungan udara.” Titah Churchil ini sedikit banyak mengurangi kehadiran U-Boat di lautan.

TANDA; membuat Jerman menguasai Eropa. “Dan keengganan HITLER sajalah yang membuat sekutu menang. Mengapa ia tidak menghancurkan Inggris?” Begitu kata salah satu sejarahwan dunia.

Bahaya PKI cs
TANDA, barangkali sama dengan kode, morse, gejala atau padanan lainnya. Membaca Tanda tidaklah mudah. Butuh naluri, insting yang peka terhadap tanda. Di dunia yang katanya sudah dikuasai tekhnologi ini, kepekaan insting atau naluri sudah diganti dengan kecepatan internet.

Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam dies Natalis ISKA ke 58 di Atma Jaya bercerita soal tantangan NKRI. Selain narkoba, PKI juga ancaman yang tidak boleh dibiarkan. Ia merujuk pada sejarah dan TAP MPRS No XXV/MPRS/1996 tentang pembubaran PKI, pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh Indonesia. Luhut tak salah, sebagai TNI sejati, PKI adalah musuh abadi.

Presiden tentu lebih meyakini laporan para menterinya ketimbang membaca “tanda kejahatan” di negeri ini. Lebih percaya laporan ‘Bahaya PKI’ ketimbang tanda hancurnya moral bocah masa depan Indonesia. Di mana-mana ada pemerkosaan berjemaah. Ada senggama berjemaah. Bocah-bocah itu meniru persis para koruptor yang berkorupsi berjemaah. Kata temanku, sekali lagi kata temanku; Film bokep saja paling banter 3-5 orang. Nah coba?

Aneh, kita lebih percaya ‘PKI itu jahat’ ketimbang percaya ‘kelompok militan laknat beragama’ yang merongrong Indonesia; yang sebenarnya lebih kiri, lebih neraka dari PKI.

Pemerkosaan berjemaah bocah-bocah di Sumatera, di Jawa dan di Manado yang menjadi topik terkenal belakangan ini; barangkali adalah sebuah TANDA. Bahwa ada yang lebih jahat dari PKI dan Narkoba itu. Tanya saja arwah Yuyun, remaja 14 tahun yang mati karena birahi liar dan nafsu rendah. Tanya juga YUYUN yang lain di Indonesia ini.

Yang jahat itu adalah moral atau mungkin juga agama. Karena apa yang akan kita jawab ketika kita mengetahui bahwa bocah-bocah pemerkosa itu adalah agamais dan sangat rajin berdoa?

MENGAPA Orang praktis lupa akan “tanda” yang bahkan telanjang di hadapan kita? Bukankah debu yang kau hirup di jalanan adalah tanda supaya engkau menghemat air? Bukankah keluhan “Ohh, sekarang panas ya” adalah tanda supaya engkau tidak membuang sampah sembarang tempat? Bukankah nada suara menjelaskan baik buruk pun jujur tidaknya suatu niat, suatu ucap? Mengapa manusia praktis lupa akan hal-hal sederhana ini?

YUYUN cs, adalah sebuah tanda besar, ada yang lebih berbahaya dari PKI. Yaitu kita yang mengaku beragama tetapi membawa neraka ke atas muka bumi. Laknat!!!! Maka, tidak bisa tidak kita harus percaya PKI itu bahaya. Tetapi kelompok militan itu juga bahaya. Pendidikan moral kita juga bahaya. Kita berbahaya.

Jika kita, pemerintah Indonesia pandai membaca tanda. Kita menang. Indonesia menang.

Edward Wirawan
(Sedang melihat tanda bernama 'pertemuan singkat dan tak terduga')

Share:

0 komentar