Stasiun, Kereta Menjadi Helai-Helai Kisah


















Stasiun

Dan tempat ini
Menjelma menjadi helai-helai kertas
Di atasnya;
kutulis doa, syafaat, satir dan pengampunan
#Kalibata
________________________

La Fidanzata d'Jakarta

Di hilangnya jejak
Di sirnanya kisah
CINTA hanyalah nada dari hati yg patah
Lalu kau bukanlah pecinta
Ahh, TUHAN..
Mengapa Kau ijinkan iblis berbisik cinta di jiwa


#Di gerbong ketujuh, kereta Kalibata-Bogor.
________________________


Saat Ini
Aku adalah mimpi yang menjemput pagi.
Meski jiwaku enggan menuju fajar
Toh, esok menjadi perih.


Fajar pecah
aku pun menjadi musafir yg berziarah menuju senja,
Ini pun serentak menjadi ziarah yg perih.

Lalu penghukumanku berakhir,
Tapi lusa juga menjadi tuan atas hidupku.


Lantas aku meleleh..
Dengarkanlah,
Esok kan kusulam doa di tahtaNYA.
Mau tahu, seberapa tangguh aku tanpa suaramu-esok,
Bisakah tanpa dirimu-selamanya,

Ahh, aku hilang bentuk.

#Stasiun Kalibata, 2012
_________________________

Dear Mom I
Dia tlah tiada
Maka kata 'pulang' kini tidak lagi berarti sama bagiku.
Dulu pulang bertutur sukacita.
Sukacita menatap wajah ibu.
Dulu pulang bernuansa kepuasan.
Puas berada dlm rangkulan bunda.
Kini 'pulang' menjadi gundah.
Pulang menjadi puing-puing kehilangan.
Aku enggan pulang.
#Kalibata
_________________________

Edward Wirawan

Share:

0 komentar