Menulis Batin

Menulis memang tidak menjanjikan apa pun. Namun ia seringkali memberi getar pada hidup dengan tanpa cincong. Ia tidak pernah ingkar pada batin yang terkuras untuk membuatnya menjadi sebuah bacaan. 

Menulis bagi saya, bukan lagi sebuah pekerjaan yang dihantui deadline. Menulis bukan soal teknik atau alur yang logis antar pokok pikiran. Lebih dari itu, menulis adalah sebuah proses yang membutuhkan pengerahan batin. 

Dan ini bukan sekadar lagak. Saya selalu hakul yakin, ketika sebuah proses melibatkan batin, sesuatu yang kuat di luar diri kita ikut terlibat. Mungkin itu Tuhan atau sebuah ejahawanta diriNya. Tuhan nampaknya memang hadir dalam detail. Sesuatu yang bermula di batin tak pernah mengabaikan apa pun. Dan sesungguhnya, kegembiraan sejati itu lahir dari batin yang berenang dalam pelbagai pergumulan. Pada titik ini saya masih pada iman yang menggugat, "Tuhan, tak pernah selesai".

Kebun Jeruk 28/1, Tengah Malam.

Share:

0 komentar